Selasa, 24 Mei 2016

Perlukah Diadakannya Ujian Nasional?

Pro Kontra Diadakannya Ujian Nasional

BeraniUN.com - Ujian Nasional seringkali menjadi momok menakutkan bagi pelajar di seluruh Indonesia. Bukan karena tanpa alasan, hal tersebut dikarenakan ujian yang satu ini sering disebut-sebut kuncinya masuk ke jenjang-jenjang pendidikan selanjutnya. Padahal saat ini Ujian Nasional bukan lagi satu-satunya kunci kelulusan. Sudah tahukah Anda akan hal itu? Ya, benar sekali, kebijakan mengenai Ujian Nasional sudah lebih dilunakkan agar tidak menjadi suatu beban yang amat berat bagi para pelajar.

LJK
Pro dan Kontra Ujian Nasional

Ujian Nasional seringkali menjadi perdebatan publik akan perlu tidaknya ujian tersebut. Memang banyak sisi baik dan buruknya. Banyak juga pihak yang pro dan kontra terhadap Ujian Nasional. Mencolok memang sisi buruknya, yaitu menghasilkan sebuah tekanan dan depresi bagi pelajar. Depresi terlalu berlebihan ini seringkali bepengaruh pada menurunnya kesehatan fisik dan mental seseorang. Tak heran bila terkadang beberapa hari sebelum menempuh Ujian Nasional siswa lebih mudah terserang penyakit yang umumnya tifus dan DBD.

Apalagi tekanan tersebut bertambah karena adanya persaingan perorangan maupun persaingan antar sekolah yang ingin menjadi yang terbaik. Tentunya ini menjadi beban tambahan bagi para pelajar karena beberapa sekolah menuntut muridnya untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah mereka.

Alasan lainnya, Ujian Nasional yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia ini memakan dana yang terbilang cukup besar. Seperti yang dikutip dari okezone.com, penyelenggaraan 
Ujian Nasional menelan biaya Rp. 560.000.000.000,00 (560 miliar) pada tahun 2015 yang diikuti oleh 7,6 juta siswa. Jumlah yang cukup membuat kita menelan ludah jika hanya untuk pelaksanaan sebuah ujian yang sekaligus memberikan tekanan bagi siswa.

"Dana yang digunakan untuk UN menurut saya bisa digunakan untuk hal yang lebih penting, misal untuk menambah dana anggaran pendidikan. Kan bisa untuk membantu teman kita yang tidak mampu sekolah." ungkap Salma Nabila, siswi kelas 9 SMPN 9 Semarang.

Aspek ekonomi masyarakat juga tak ketinggalan menjadi salah satu alasan tidak perlunya Ujian Nasional. Dibutuhkannya berbagai buku-buku materi ujian nasional menuntut orang tua mengeluarkan isi kantongnya cukup dalam. Buktinya, kebanyakan siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional paling tidaknya memegang sebuah buku persiapan UN yang harganya puluhan ribu rupiah. Siswa juga dituntut untuk memiliki seperangkat alat tulis lengkap untuk mengerjakan ujian. Pada sebagian siswa lainnya memilih untuk belajar di bimbingan belajar yang mematok biaya cukup mahal. Berbagai hal tersebut tentunya seringkali menjadi keluhan para orang tua yang hidup sederhana.

Jauh berbeda dari sisi lainnya, pihak yang pro dengan Ujian Nasional juga memiliki alasan mereka sendiri. Alasan pertamanya, sisi baik dari ujian ini adalah mampu membuat siswa mengulang pembelajaran dari kelas sebelumnya yang mungkin sudah mulai terlupakan. Sehingga saat siswa tersebut menamatkan suatu jenjang pendidikan ia masih mengantongi garis besar pembelajaran yang ia terima semasa itu. Dengan adanya UN, siswa menjadi lebih fokus dalam waktu beberapa bulan untuk lebih giat dan serius dalam belajar. 

Alasan lainnya, Ujian Nasional ini adalah sarana penyeleksian untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya. Ujian Nasional ini juga menjadi tolok ukur kemampuan siswa untuk tahu seberapa banyak ia mempelajari materi yang diserapnya. Diluar semua alasan tadi, faktanya di seluruh dunia sudah ada 42 negara termasuk beberapa negara maju yang sukses meningkatkan pendidikannya dengan sistem ujian seperti ini. Sehingga mungkin UN tidak peru dipermasalahkan.

Menurut opini saya, sebaiknya penentu kelulusan siswa diambil dari seluruh aspek-aspek pendidikan yang ada mulai dari ia awal memasuki suatu jenjang dan direkam penilaiannya selama beberapa tahun. Sehingga kelulusan tidak hanya ditentukan oleh sebuah ujian yang berlangsung selama beberapa menit saja. Misalpun Ujian Nasional tetap dijalankan, alangkah baiknya orang tua dan guru tidak memberikan image menakutkan pada Ujian Nasional melainkan membuatnya menjadi sesuatu yang penting namun santai.


Semarang (24/5) 

References : Okezone.com, wulieokti.blogspot.co.id, syamsul-najib-kh.blogspot.co.id

Zvezda Estrella

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

1 komentar:

  1. ane sih gimana sekolah aja , bljr aja ane gak.pernah bnr apalagi ngurusin yg ginian hihihi

    BalasHapus

Translate